Pesona Sunrise Gereja Ayam

Gereja Ayam ini menurut pemiliknya Daniel Alamsjah sebenarnya bukanlah berbentuk ayam, namun burung merpati. Merpati sebagai simbol perdamaian dan ketulusan. Namun karena terlihat seperti seekor ayam maka masyarakat mengenalnya dengan nama Gereja Ayam. Media luar negeri yang pernah meliput, menulis gereja ini dengan sebutan chicken church, bird church, dove church atau pigeon hill.

Gereja Ayam ini berlokasi di Bukit Rhema, tepatnya di dusun Gombong, desa Kembang Limus, kecamatan Borobudur, Magelang Jawa Tengah. Berjarak 3,5 km dari Candi Borobudur. Bangunan yang dibuat tahun 1992 berada di atas lahan 3.000 meter ini luas bangunannya lebih kurang 600 meter persegi. Jadi kalau kompasianer piknik ke Candi Borobudur sempatkan mampir sejenak ke Gereja Ayam ini, karena selain jaraknya tidak terlalu jauh tempat ini sudah menjadi destinasi wisata yang cukup populer. Di lokasi ini, aku pun sempat bertemu dengan beberapa  pengunjung yang berasal dari luar kota seperti Jakarta dan Denpasar. Pengunjung berjalan kaki ke Gereja Ayam.

Untuk menuju lokasi ini tidak terlalu sulit karena tempatnya sudah dikenal masyarakat, namun untuk sampai ke bangunan gereja yangberada di atas bukit ini memerlukan tenaga ekstra karena harus berjalan sejauh 150 meter dengan jalan cukup menanjak. Namun bila pengunjung tidak  sanggup untuk berjalan kaki, warga sekitar menyiapkan angkutan berupa ojek atau mobil jeep bak terbuka yang dapat dinaiki beramai-ramai.

Untuk masuk Gereja Ayam dan menaiki puncak mahkota merpati, pengunjung harus membayar Rp.10.000 sampai 15.000 rupiah. Saat berada di puncak mahkota pengunjung akan mendapati panorama alam yang indah. Jika cuaca cerah, di kejauhan akan terlihat pesona Candi Borobudur yang berdiri megah. Saat memasuki ruangan aula yang luas, tak ada kesan ruangan ini angker dan misterius seperti kisah yang banyak beredar. Keunikannya hanyalah bangunan ini berada di atas bukit laksana ayam mengeram ditengah hutan. Di dalamnya justru banyak tukang / pekerja yang sedang memplester dinding dan memperbaiki bangunan.

Lingkungan alami disekitar kawasan ini menarik untuk dikunjungi. Jika kita berjalan ke arah belakang bukit  dan berkunjung di pagi hari akan menikmati sunrise yang cukup indah dan menawan.

Ramainya kunjungan wisatawan ke lokasi ini cukup menggerakkan roda ekonomi warga. Adanya tukang ojek dan  lahan-lahan kosong yang dipergunakan untuk lokasi parkir dapat memberi pemasukan tambahan bagi warga. Warung kecil yang menjual aneka minuman juga dapat menambah pendapatan warga. Hasil kebun warga berupa buah-buahan juga dapat dijajakan kepada pengunjung. Adanya aktifitas wisatawan setidaknya mengurangi pengangguran bagi warga setempat yang umumnya bekerja sebagai buruh tani atau berkebun.

Salah satu tujuan wisatawan berkunjung ke sini adalah ingin naik ke atas mahkota merpati. Puncak mahkota merpati merupakan salah satu tempat lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2). Di halaman belakang sekitar gereja juga dipergunakan untuk mengambil gambar.  Dialog antara Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastro) penuh kemesraan antara keduanya menjadikan tempat ini semakin favorit untuk dikunjungi, bahkan pengelola memasang spanduk cukup besar sebagai tanda bahwa lokasi ini pernah diipergunakan untuk syuting film AADC2. Gereja ayam memang satu-satunya bangunan unik di kawasan ini namun lingkungan sekitarnya juga dapat dikembangkan sebagai wisata alam penuh edukasi.

 

Sumber kompasiana

Recommended Tour Travel Jogja Bisa Hub 82 Trans Tour Travel Jogja
085724828282 atau 085212159200

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *