Pagi, Siang dan Sore Yang Syahdu Di Pantai Ngobaran

Sejarah Pantai Ngobaran diketahui memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Majapahit pada masa pimpinan Raja Prabu Brawijaya V. Kala itu, Kerajaan Majapahit diserang oleh Raden Patah, putra Brawijaya V yang merupakan pemimpin Kerajaan Demak. Enggan melawan putra sendiri, Brawijaya V pun melarikan diri sampai di Pantai Ngobaran.

Karena tidak menemukan jalan keluar dari pantai tersebut, Brawijaya V pun melakukan ritual moksa, yaitu ritual pembakaran diri sendiri. Upacara tersebut menghasilkan api dengan kobaran yang amat besar. Karena itulah, muncul sebutan “Ngobaran”.

Namun, beberapa masyarakat setempat percaya bahwa Brawijaya V tidak membakar dirinya sendiri. Pasalnya, hanya tulang-tulang anjing yang ditemukan dalam sisa pembakaran. Ritual tersebut dilakukan untuk mengelabui Raden Patah karena Brawijaya V tidak mau mengikuti ajaran Islam. Versi lain juga mengatakan bahwa Raja Brawijaya V membakar dirinya bersama salah seorang istrinya.

Pantai Ngobaran juga merupakan salah satu tempat wisata alam yang terletak di gugusan laut pantai selatan tepatnya di Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 2 km dari pantai Ngrenehan.

Pantai ini sangat indah jika air surut maka tampaklah kolam kolam kecil yang terbentuk dari karang karang yang tertutp oleh alga (rumput laut yang hijau sebagai bahan baku kosmetik) dan terdapat banyak biota laut lainnya yang mungkin terjebak di kolam karang tersebut. Hal inilah yang menopanng kehidupan nelayan darat yakni para nelayan yang tidak memerlukan kapal atau perahu untuk mendapatkan hasil laut cukup beraktifitas dipinggir pantai. Biota laut yang sering di dapat adalah Lobster, landak laut, kerang-kerangan, bintang laut dan rumput laut itu sendiri tentunya

Tertarik destinasi bahari dan wisata budaya, datanglah plesiran ke Pantai Ngobaran di Gunungkidul. Menyapa indahnya bangunan khas nusantara tepi tebing Laut Selatan Jawa, suasana tempatnya mirip Bali.

Letak Pantai Ngobaran di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Bersisian di sebelah timur Pantai Nguyahan. Akses menuju lokasinya mudah, terus dalam perjalanan akan melewati Gunung Sewu Geopark.

Menjadi daya tarik baru traveler, karena memiliki keunikan beda. Pantai Ngobaran menyuguhkan pemandangan Pantai Selatan Jawa yang keindahan tebingnya menyatu dengan beragam bangunan nusantara nuansa spiritual. Nuansa lokasinya terasa di Pulau Dewata, seperti Uluwatu.

Semua bangunan ikonik tepi laut itu memiliki sentuhan arsitektur khas nusantara, dihiasi aksen ukiran dan pahatan. Mulai dari gerbang gapura, pelataran, pendopo, tangga, stupa, naga, patung, candi, tentunya juga dekorasi ornamen cantik menghiasi sepanjang tebing. Ditambah ngarai Pantai Ngobaran eksotis, spot panorama laut semakin bagus.

Selain bersantai, cobalah jelajah sekitar area, ada atraksi menarik apa disana. Tema pilgrimage tourism sekaligus wisata sejarah. Apalagi waktu senja, kesempatan untuk menyaksikan sunset Pantai Ngobaran. Ini salah satu barisan Pantai Selatan Jawa yang ada di bumi Handayani, konon dipercaya sebagai tempat petilasan Prabu Brawijaya penguasa Kerajaan Majapahit.

Dari deretan pantai selatan di Gunungkidul, rata-rata semuanya bagus. Sama menariknya dengan obyek wisata terkenal. Bukan sekedar destinasi alternatif, melainkan sebagai tujuan wisata pilihan utama. Itulah Pantai Ngobaran, wisata pantai sekaligus budaya.

Jika mau kesini mudah kok… cukup hubungi 82 trans tour travel Jogja, Mereka menyediakan Jasa Transportasi pariwisata mulai kendaraan jenis Avanza sampai dengan Big Bus, Mulai Hanya Kendaraan saja atau Plus Driver pun bisa, silahkan Hub 0857-24-828282

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *